1. SHALAT JENAZAH
Salat Jenazah adalah salat yang tidak perlu ruku’ dan sujud. Yang dilakukan
hanyalah berdiri, takbir 4 kali dengan diselingi bacaan dan doa tertentu
diakhiri salam. Semakin banyak orang yang menyolatkan jenazah, semakin besar
kemungkinan diterima ibadah & diampuni dosa almarhum/ almarhumah. Oleh
karena itu, usahakanlah untuk mengikuti salat jenazah bila bertakziah, atau
salat gaib setelah pulang, kalau pada saat itu kurang memungkinkan situasinya.
Orang yang
sedang sekarat, disyariatkan untuk ditalqini. Berdasarkan sabda Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam : "Talqinilah
orang-orang yang akan mati dari kalian (dengan ucapan): 'Laa ilaaha illallah'."
(HR. Muslim dalam shahihnya).
Yang dimaksud dengan kata "Mautaakum" dalam hadits ini adalah orang-orang sedang sekarat, yaitu orang yang sudah tampak padanya tanda-tanda kematian.Bila sudah diyakini orang tersebut sudah meninggal, maka hendaklah kedua matanya dipejamkan, karena ada keterangan hadits tentang hal itu.
Yang dimaksud dengan kata "Mautaakum" dalam hadits ini adalah orang-orang sedang sekarat, yaitu orang yang sudah tampak padanya tanda-tanda kematian.Bila sudah diyakini orang tersebut sudah meninggal, maka hendaklah kedua matanya dipejamkan, karena ada keterangan hadits tentang hal itu.
Diwajibkan memandikan jenazah/mayit muslim kecuali
dia syahid (meninggal di medan perang fisabilillah). Dalam hal ini, dia tidak
perlu dimandikan dan tidak perlu juga dishalatkan. Dia hanya cukup dikuburkan
dengan pakaiannya. Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memandikan
orang-orang yang meninggal di perang Uhud dan tidak pula menshalatkan mereka.
2.Tata Cara Salat Jenazah
1. Lafazh Niat Shalat Jenazah :
"Ushalli ‘alaa haadzal
mayyiti fardlal kifaayatin makmuuman/imaaman lillaahi ta’aalaa.."
Artinya:
"Aku niat shalat atas jenazah ini, fardhu kifayah
sebagai makmum/imam lillaahi ta’aalaa.."
2. Setelah Takbir pertama membaca: Surat "Al
Fatihah."
3. Setelah Takbir kedua membaca Shalawat kepada Nabi
SAW : "Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad?"
4. Setelah Takbir ketiga membaca:
صَلَيْتَ كما محمد سيدنا
ألِ وعلي سيدنامحمد علي صَلِّ أللهم
وبارِكْ إبراهيم سيدنا أل وعلي إبراهيم سيدنا
علي
علي باركت كما محمد سيدنا أل وعلي محمد سيدنا
علي
العالمين في إبراهيم سيدنا ألوعلي إبراهيم
سيدنت
.مجيد حميد إنك
Artinya :
“Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat
kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah
dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan
dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan,
sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah
yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di
Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang
lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga,
jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”
atau bisa secara ringkas :
"Allahummagh firlahu
warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu.."
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah dia,
berilah rahmat, sejahtera dan maafkanlah dia"
5. Setelah takbir keempat membaca:
"Allahumma la tahrim naa
ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.."
Artinya:
"Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri
pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah
ampunan kepada kami dan kepadanya"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar